Aku tak tahu sejak kapan aku suka menulis. Hal yang aku tahu adalah, aku dapat berbagi hal yang kurasakan dalam kehidupan sehari-hariku pada orang lain melalui setiap tulisan yang kubuat. Aku ingin dari setiap tulisan bahagiaku dapat membuat orang lain ikut bahagia dan setiap tulisanku yang terdapat masalah dapat menjadi pelajaran bagi mereka yang hendak mengambil keputusan yang salah.

1 bulan yang lalu, aku memutuskan untuk kembali blogging setelah lebih dari 3 tahun semangatku untuk blogging naik-turun dan membuat blog yang benar-benar baru bagiku. Sesuatu yang fresh dan berisi tentang keseharianku yang random.

“Kenapa dikasih nama JFluxxie?”

“Kesambet apaan oy bikin blog baru?”

“Trus yang lama ga kepake?”

Ah ntar lagi juga bakal bosen

“Dasar kurang kerjaan”

Pertanyaan random ini pasti ada yang yang terlintas dari orang-orang yang sudah tahu bahwa aku dulu blogger.

Aku memang sempat bingung mau bagaimana memberi nama blog yang meaningful. Iseng-iseng melihat dictionary di google dan menemukan..
tumblr_lzm2m058ih1qbygswo1_r1_5001

Dan yah, karena kata “flux” terlalu singkat dan kedengerannya nggak cute, aku jadiin fluxxie. Alasan singkat kenapa di depan kata flux ada “J” karena J adalah inisial orang pertama yang mengajari aku seberapa pentingnya perubahan. Ia seseorang yang secara tidak langsung mengajari aku untuk dapat menerima perubahan-perubahan yang ada.

Kesambet apaan waktu bikin blog ini? Kesambet cinta yang jatuh dari langit. Bodo amat deh-_-

Blog yang ada di blogspot masih dipikirin mau diapain. Mau dipake, dipake buat apaan? Mau dihapus, sayang. Jadi yah, diliat aja ntar gimana :’)

Bentar lagi bosen? Aku nggak akan pernah bosen melakukan hal yang aku sukai berulang-ulang kali. Cuma terkadang untuk bisa menulis artikel atau apapun yang bisa menghasilkan hasil sesuai ekspetasi awal tidak semudah meraut pensil. Banyak hal yang harus dipikirkan seperti tema, bahasan, tata bahasa, amanat, dll.

Kurang kerjaan? Well, yes. Setelah disibukkan dengan lomba mading bulan lalu, aku merasa sekarang aku memiliki banyak alasan untuk memberi kesimpulan bahwa aku kurang kerjaan. Mungkin salah satu dari pembaca akan ada yang berkomentar (sekalipun dalam batin), “Kurang kerjaan? Udah sibuk begitu kok masih dibilang kurang kerjaan”. Maksud dari kurang kerjaan bukan berarti aku pengangguran. Tapi dari banyaknya kegiatanku itu, aku memiliki jeda waktu yang cukup lama antara satu dengan yang lainnya. Bagiku, jika memang ada hal yang bisa dibagi dengan menggunakan waktu jeda itu, haruslah kubagi.

I think that’s all for now. see ya!

 

Advertisements