Hari ini hari libur nasional dan yah, kedua orangtuaku mengajakku untuk memancing—kebiasaan lama yang sudah lama tidak kami lakukan.

Aku sangat bersemangat sekalipun malam sebelumnya aku sempat beradu argumentasi dengan pacarku. Tidur selama 4 jam semalam tidak membuat semangatku surut untuk memancing.
Perjalanan yang jauh terlewat dengan cepat karena hati dan pikiranku yang—sejujurnya—amburadul. Saat sampai di tempat pemancingan, aku merasa bahwa hanya tubuh dan jiwaku yang berada disini, tidak dengan pikiranku yang sepertinya masih berada di Surabaya. Alay memang kelihatannya, tapi itu yang kurasakan.
Kakak laki-lakiku mengajakku untuk mencari spot memancing dan merangkaikan alat pancingku. Aku melemparkan kail masih tanpa pikiranku. Yah, benar-benar tidak memikirkan apapun. Aku sudah mendapat 3 ikan dan bagiku itu sudah lebih dari cukup untuk keluargaku yang tidak terlalu suka makan ikan, jadi aku melanjutkan kegiatan memancingku dengan santai.
Hari semakin siang, semakin banyak pengunjung yang datang dan aku masih harus memancing untuk menghabiskan umpan. Datanglah 2 wanita muda yang tampaknya baru pertama kali memancing. Entah kenapa, kailnya selalu menyangkut pada kailku dan ia mengambil spot mancingku. Kesabaranku mulai habis. Untunglah mamaku mendatangi aku dan kakakku untuk menanyakan sudah berapa banyak ikan yang kami dapat. Aku tidak begitu tertarik lagi dengan bahasan itu karena lagi-lagi wanita disebelahku mengambil spotku. Tanpa sadar aku menggerutu, “ASSSHH” dan kembali menggulung tali pancingku untuk yang kesekian kalinya. Ada yang berbeda, tarikan kali ini terasa berat dan susah untuk digulung. Aku menghentakkan pancingku dan benar saja aku mendapat ikan. Yah, aku mendapat ikan tanpa adanya tanda-tanda dari kambanganku. Selagi aku berusaha menarik ikanku ke darat, aku tersadar beberapa hal.

image

Terkadang manusia terlalu fokus pada kambangan, yaitu target kita untuk mencapai sesuatu yang kita inginkan. Kita tidak memandang apa saja yang telah kita capai. Bisa saja sebenarnya umpan kita telah termakan ikan. Usaha kita telah menghasilkan yang kita inginkan tanpa kita sadari. Target hanyalah salah satu tujuan kita untuk hidup, namun bukan hal yang terpenting dalam hidup. Tidak jarang juga masalah-masalah yang menghampiri kita hadir untuk menyadarkan kita bahwa kita terlalu fokus pada target kita dan lupa bahwa masih ada kemungkinan lain yang terjadi, yang menunjukkan bahwa kita telah berhasil. Sudahkah anda melihat kembali apa saja yang sudah anda capai saat Anda belum berhasil menurut target anda?

Advertisements