tree-girl-and-wind-illustration

Pernahkah kalian berpikir,

“Kok dia Berubah sih?”

ataupun kata-kata yang semacam itu terhadap orang-orang terdekat kalian?

Aku sering. Ntah kenapa bagiku, orang-orang disekitarku just come and go. Bukan hanya tentang percintaan, tapi juga persahabatan (Aku bikin artikel tentang ini bukan karna aku jomblo, aku masih pacaran kok, mblo! Tenang aja, selama kalian masih ngefollow IGku, kalian akan terus aku hantui dengan kebahagiaan taken(?) #numpangpromosi).

Selama beberapa tahun aku selalu bertanya-tanya, kenapa sih kayaknya semua orang itu sama aja? Mereka hanya datang dengan kata “hai” dan tersenyum, lalu pergi. Kalo perginya pamit mungkin masih bisa ditoleransi. Lah, terkadang ada juga orang yang tiba-tiba ngilang gitu aja seenak jidat tanpa ada kata-kata puitis perpisahan.

Jawaban yang dapat kutemui setelah meneliti beberapa kasus keseharian siswa Sekolah Menengah Atas,

  1. “Dia berubah karena baru  bangkit dari masa jatuhnya”. Perubahan semacam ini adalah perubahan yang berada dalam lingkup positif atau lebih tepatnya berubah ke arah yang lebih baik. Banyak orang yang mengalami perubahan karena setelah mengalami masa-masa terburuk dalam hidupnya, mereka mengalami pemulihan hidup yang luar biasa. Mereka mulai melakukan hal-hal positif yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya. Perubahan ini hanya terjadi pada 2 dari 10 orang atau lebih tepatnya kira-kira 1:5.
  2. “Dia berubah karena bosan”. Alasan yang sangat tidak asing bagi anak-anak sekolahan yang masih berada di umur ambang antara anak-anak dan kedewasaan. Bosan adalah alasan terbanyak dan paling tidak bertanggung jawab yang sering ditemui dalam hubungan anak-anak zaman sekarang. Hanya saja, beberapa diantaranya hanya pretend mereka tidak bosan dan pada akhirnya akan menyerah juga pada rasa bosan itu.
  3. “Dia berubah karena sejak awal tidak pernah jadi diri sendiri”. Sadarkah kalian jika 7 dari 10 orang yang berkenalan dengan kita sebenarnya hanya berusaha memberikan first impression yang baik? Bersahabat itu seperti bertaruh, jika berteman lalu merasa cocok, akan dengan segera menjadi sahabat dan jika setelah berteman kita merasa tidak cocok dengan kepribadian kita yang sesungguhnya, pertemanan itu akan hanya menjadi sebuah……. *drumroll* kenangan. Masa laluu~ biarlah masa lalu~ trektekdungcesdus~

3 hal ini yang baru aku temui setelah 3 bulan melakukan social experiments(?) dan meneliti orang-orang yang ada di sekitarku. Mungkin ada sedikit solusi dari diriku yang bukan siapa-siapa ini *hiks*

  1. Always be yourself. Dalam hal ini, aku membicarakan mengenai perkenalan. Maksudnya, waktu kita berkenalan dengan orang baru, siapapun itu, selalu jadilah diri sendiri. Meskipun kalian sebenernya punya sifat yang malu-maluin atau nggak tau malu, aku jamin, kalo memang mereka ditakdirkan untuk menjadi bagian dari kebahagiaan kalian, they will like you no matter how crazy you are. (Note: untuk perkenalan dengan orang yang jauh lebih tua, lebih perhatikan kegilaan sopan santun kalian)
  2. Selalu sampaikan apa yang kalian rasakan dengan terbuka. Jika kalian merasa bosan, say it. Aku memberi saran seperti ini bukan berarti aku ingin kalian segera meng-kelar-kan hubungan baik yang kalian miliki, tetapi lebih ke arah agar kalian dapat saling memahami satu sama lain. Kalian bisa membicarakan soal kebosanan itu dan sama-sama berdiskusi bagaimana cara agar hubungan kalian-apapun itu (pacaran, sahabat, jongos-zone, supir-zone, keluarga-zone, yah apapun lah)-bisa kembali seru seperti saat kalian pertama kali bertemu dan bahkan lebih!as-we-grow-up-we-realize-it-becomes-less-important-to-have-a-ton-of-friends-and-more-important-to-have-real-ones

Perbedaan akan selalu ada. Karena pada dasarnya manusia akan selalu mencari perbedaan. Sadarkah kalian, jika perubahan itu akan terus ada dan akan terus berganti seiring berjalannya waktu? Don’t blame about it. All of us were grown up every single second and that’s what make us different from ourself in the past. Perubahan bukanlah alasan untuk mengakhiri, tapi justru dari perubahan itulah yang akan menjadi awal dari segala cerita kalian. Accept this. We must accept this. Flux. Jadilah 1 dari kesekian orang yang akan benar-benar menerima sahabat kalian, seberapa anehnya dia, seberapa annoyingnya dia, sebagaimana ia dengan bangga semakin bertumbuh menjadi dirinya yang lebih baik menurutnya.

***

Advertisements