Libur kenaikan kelas selama satu bulan ini membuatku sedikit kesal. Mungkin banyak siswa-siswi pada umumnya akan merasa senang saat liburan. Tetapi aku tidak merasakan senang itu. Mungkin karena keadaan di dalam rumahku yang membuat aku sedikit kesusahan dalam hal bepergian sendiri.

Hal yang aku tau, karena aku hanya 2 bersaudara dan aku sebagai anak cewek sekaligus anak terakhir, kedua orangtuaku sangat protektif terhadapku. Well, karena aku bisa memahami kekhawatiran mereka, aku tidak begitu memikirkannya.

Keadaan yang paling tidak aku sukai adalah menjadi LDR “yang benar-benar LDR”. Biasanya aku dan pacarku memang LDR karena kami beda kota (beda 7KM, tapi tetep LDR kan?), tetapi kami 6 dari 7 hari seminggu selalu bertemu 30-40 menit per harinya. Yah, kalian tau 30-40 menit itu sewaktu pelajaran apa? …istirahat.

Ketika keadaanku LDR dan aku tidak bisa kemanapun yang aku mau sudah menjadi masalah yang sulit, jam aktifku yang berbeda dengan pacarku semakin mempersulit keadaan. Dia aktif dan sibuk di siang hari, aku aktif dan sibuk di malam hari. Ntah kenapa, meskipun aku tidak bekerja di club malam, semua pekerjaan atau aktivitas yang aku lakukan selalu terjadi pada malam hari. Mungkin aku terlahir sebagai manusia nocturnal? Who knows. Di beberapa waktu, aku aktif di siang hari dan dia di malam hari. Waktu kami jarang untuk bisa sama dan bisa bersama.

Hal yang bisa ku syukuri adalah, aku menjadi tidak banyak tau di liburan ini karena aku sedang menjalankan misi tidak membuka jaringan internet apapun kecuali chat line, chat snapchat, juga browser disaat butuh. Koneksiku kuhentikan selama liburan. Aku senang ketika semakin sedikit hal yang aku tau, semakin aku tidak akan menuntut apapun dari siapapun. Aku bisa mengembangkan sisi introvertku menjadi lebih positif untuk ke depannya.

Mungkinkah liburan berikutnya aku akan mendapat lebih banyak pelajaran? Mungkin.

Advertisements