Datang dan pergi bertanya-tanya..

Sudah kukatakan berkali-kali, aku belum mau melakukannya..

Alasannya sederhana, aku hanya sayang padamu..

Pernah sekali kamu bertanya, “lalu kenapa pergi?”

Alasannya pun sama dengan kenapa aku tidak akan melakukan apa yang kamu duga..

Aku takut semua yang selama ini hanya ada di mimpi-mimpiku akan menjadi kenyataan dan aku tidak bisa menerimanya begitu saja..

Kamu dengan sikapmu yang menyebalkan akan meninggalkan aku bukan secara status.. Tetapi secara keseharian..

Bahkan dengan ke ambiguan ku, kamu tak pernah bisa memahami apa yang kuinginkan dalam kata kita..

Kamu bertanya lagi, “kenapa harus meninggalkan dengan menyakiti?”

Aku tersenyum kecil..

Alasannya masih sama, sayang..

Tujuan utamaku bukannya memaksakan kehendakku untuk memintamu berpindah hati..

Aku hanya ingin menjauhkanmu dari rasa sakit yang tak berwujud, ketika harus pergi saat masih memiliki rasa di hati..

Lebih baik kamu mengeluarkan semua rasa kecewamu daripada menumpuknya hingga suatu saat nanti kamu tersadar bahwa lukamu telah jauh lebih besar daripada yang seharusnya ada.

Bahkan jika kamu sekarang membenciku, aku akan mencoba menjadi baik-baik saja..

Maaf, aku hanya berusaha melindungi apa yang berharga bagimu..

Dan juga diriku sendiri..

Dengan caraku..

Seperti yang kamu katakan beberapa waktu lalu.. 

Aku masih egois, hanya memikirkan apa yang menurutku baik tanpa mempertimbangkan apa yang kamu pikirkan..

Aku pembohong besar, rasa itu benar-benar masih ada.

Advertisements