Dalam kesunyian malam aku menghela nafas panjang..

Dari begitu banyaknya masalah yang datang terus menerus, ada satu hal yang terus terngiang dalam pikiranku..

“Kenapa masih ada namanya di home HPmu?”

“Haruskah aku menjawab pertanyaanmu itu?” Ya, pertanyaan itu merupakan satu dari beberapa pertanyaan yang selalu kujawab dengan pertanyaan juga. Selalu.

Banyak orang berkata bahwa hanya orang jenius yang dapat menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. But in this case, I’m not really like that. Aku hanya berusaha menghindar dari pertanyaan yang tak ingin ku jawab.

Pada akhirnya, jawaban yang dapat kuberikan hanyalah, “yah, aku terlalu malas untuk menggantinya. Ribet!“.

Semua ini hanyalah masalah proses. Aku tak tau sampai kapan aku akan menjalani proses ini, jadi yang bisa kulakukan untuk sekarang hanyalah mengalir.

Aku benci ketika aku merasa kesal akan sesuatu hal yang tidak berjalan sesuai rencanaku atau apapun yang aku harapkan dan aku tidak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki semuanya.

Aku benci ketika banyak orang mempertanyakan apa yang sebenarnya ingin aku lakukan terhadap hidupku, hubunganku, dan semuanya.

“Aku ada temen ganteng, mau aku kenalin?”

“Kapan move on?”

“Kamu menyesal?”

Kalau soal penyesalan, harus aku akui aku tidak menyesal atas semua keputusanku meskipun semuanya telah berlalu tidak sesuai dengan yang aku bayangkan. Karena yah, aku merasa lebih baik memiliki hubungan seperti ini. Tidak ada yang perlu kutakutkan dalam bercerita apapun. Sosok yang kurindukan sejak lama, telah kembali dalam wujud yang berbeda. Sahabat.

Aku tau benar seberapa tenangnya aku sekarang, aku masih merasakan ketakutan. Rasa takut ketika dia akan menemukan ‘sesosok’ yang lebih baik dan pergi meninggalkan aku, sekalipun come and go sudah menjadi hal yang wajar untuk masa sekarang.

Seiring detik jam yang terus berjalan, aku tersadar bahwa semua yang hadir sekarang, akan pergi juga. Entah untuk keperluan pendidikan, percintaan, masalah keluarga, ataupun masalah pribadi lainnya. Bolehkah aku tetap berharap akan memiliki satu saja orang yang tidak akan pergi menjauh untuk alasan apapun? Atau hanya akan menjadi sebuah mimpi kecil?

Aku belum berpindah hati. Hanya telah berpindah pemikiran akan seseorang, dari yang hanya hadir sebagai status hingga hadir sebagai seseorang yang selalu aku rindukan. Kembali ke masa lalu yang serupa tapi tak sama. Proses.

Advertisements