Deru mesin pesawat membuyarkan lamunanku..

Roda pesawat mulai berputar perlahan dan aku tersadar bahwa semua yang begitu berat telah berlalu. Aku berhasil melaluinya.

Air sungai mengalir tanpa ada yang tau bagaimana ia akan membuat cabangnya dan akan terus mengalir hingga terhenti oleh lautan yang luas. Begitupun hidupku. Mengalir tidak seperti yang kuharapkan, kurindukan, ataupun yang aku takutkan. Membuat cabangnya sendiri.

Aku tersenyum mendengar suara hujan yang terdengar seperti mengetok kaca pesawat. Hari ini hujan lagi, huh?

Aku tertawa kecil ketika pesawat mulai take off. Tetesan air hujan pun telah berulang kali terjatuh dan bahkan beberapa diantaranya ada yang terjatuh ditempat yang sama, tetapi akhirnya mereka tetap terjatuh. Mereka saja tidak menyerah dengan kesakitan terjatuh. Mengapa manusia begitu lemah?

Apa yang membuat hujan ingin tetap jatuh meskipun tau bagaimana rasa sakitnya? Ku renungkan hingga pesawat terasa telah stabil di atas langit. Sudah tidak terdengar suara hujan. Langit mulai tenang, aku membuka penutup jendela, dan menatap keindahan daratan dari atas langit.

Kutemukan jawaban yang tepat.

Hujan yang selalu terjatuh, bukan berarti mereka tidak merasakan sakit. Mungkin mereka hanya percaya bahwa kesempatan kedua akan selalu hadir bagi mereka. Ketika pada kesempatan pertama, ada seseorang yang menangis karenanya, ia masih memiliki kesempatan kedua untuk membuat orang lain bahagia. Ia ditakdirkan untuk membahagiakan di kesempatan kedua. 

Mereka terus menunggu kesempatan kedua itu untuk menepis penilaian manusia mengenai kandungan air pada hujan hanya 1% dan 99% sisanya adalah kenangan. Kenyataannya, mereka hanyalah air. Manusia saja yang selalu mencari objek untuk disalahkan.

Sadarkah kalian, hujan tidak selamanya membawa kesedihan?

Berapa banyak orang yang bahagia karenanya?

Anak kecil yang baru pertama kali melihat air..

Para petani yang sudah lama menanti hujan karena musim kemarau panjang..

Permasalahannya hanya pada kesempatan. Pada kesempatan kedua yang manakah ia dapat membahagiakan?

Kepada kalian yang patah hati, bertahanlah. Masih akan ada kesempatan kedua bagi kalian.

.

.

Advertisements