Mereka bilang, mereka peduli. Tetapi masih ada diantaranya merasakan ketidaksetiakawanan.

Mereka bilang, kami adalah teman. Tetapi mereka tidak pernah menegur mengenai hal yang tidak seharusnya dilakukan.

Mereka hanya berbicara dan menilai tentang hal yang buruk, serta menyimpulkan tanpa bertanya apa yang sebenarnya terjadi.

Mereka mendengar hanya untuk mengambil kesimpulan, bukan untuk memahami keadaan.

Mereka memberi saran, bukan karena ingin. Tetapi hanya merasa sebagai sebuah keharusan, wujud timbal balik atas segala perbuatan baik yang telah dilakukan terhadap mereka.

Semua yang baik harus dibalas baik. Semua yang buruk tidak perlu ditegur, hanya perlu dibalas buruk agar dapat sadar diri.

Apakah semua perbuatan baik di masa sekarang hanya didapat sebagai timbal balik?

Siapa mereka? Teman? Sungguhkah sebuah pertemanan hanya dibatasi pada kebaikan?

Catatan:

Aku sudah merencanakan akan membahas soal ini beberapa minggu yang lalu. Dengan begitu banyak pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk menuliskannya. Semua ini hanyalah ungkapan. Tidak menyinggung siapapun. Bila ada yang merasa tersinggung, maaf.

Advertisements