Baru kusadari belakangan ini bahwa manusia itu benar-benar rumit. Aku tak mengerti. Mereka suka mempersulit diri mereka sendiri.

Mencintai yang tak bisa dimiliki, bertahan pada pilihan walaupun tau akan berakhir juga, mencintai meskipun tau tak akan pernah terbalas. Mereka semua tau apa yang akan mereka dapat dari semua keputusan itu, tetapi tetap melakukannya. Kebanyakan dari mereka bilang, itu salah cinta.

Aku tak pernah setuju mereka selalu menyalahkan cinta atas semua hal buruk yang telah mereka dapatkan dalam hubungan seperti perpisahan dan sakit hati. Semua yang kau tabur akan kau tuai. Begitu pula semua keputusan yang akan diambil. Ada sebab dan akibat.

Mereka bilang sebuah hubungan adalah tentang komunikasi. Namun pada nyatanya, mereka tak pernah mengungkap semua keganjalan hati. Mereka berkata di chat bahwa semuanya baik-baik saja padahal dapat mengetik kata-kata itu saja harus dengan meneteskan air mata. Alasannya ingin menjaga perasaan. Tidakkah seharusnya sebuah hubungan juga tentang berbagi? Untuk apa diucapkan jika hanya akan menjadi kata-kata semu? Pajangan? Relationship goals?

Percayalah, relationship goals tidaklah benar-benar nyata. Setiap individu diciptakan dengan kisah cintanya sendiri dan indah dari sudut pandang masing-masing. Semua itu bukanlah tentang bagaimana dalam menjalani sebuah hubungan, tetapi berbicara tentang bagaimana akhir sebuah hubungan. Jika kau telah mencapai tahap berkeluarga, you get your relationship goals. Sesederhana itu.

Jika kalian merasa kesulitan dalam memilih pilihan dan semua terasa rumit, kalian tak sendirian. Akupun begitu.

Advertisements