12 Febuari 2017, 13:10

Dinginnya kota Surabaya yang terus diguyur hujan hampir setiap hari membuatku merenungkan banyak hal yang belakangan ini terus terjadi berulang kali. Meskipun aku sedikit terusik karena kaca mobil mulai memburam, aku terus menyelam dalam duniaku yang kini telah jauh berbeda.

Tepat setahun yang lalu, di waktu yang sama, we had a fight. Aku nggak begitu ingat tentang hal apa karena begitu banyak konflik yang terjadi selama setahun belakangan ini. Hal yang aku ingat jelas, aku meminta maaf atas ke-super-tidak-peka-an-ku.

Begitu pun dengan hari ini. Aku kembali meminta maaf untuk semua hal yang tak kusadari ku lakukan. Di waktu yang sama, momen yang berbeda, dan dengan orang yang berbeda.

Begitu cepat dan banyak hal berubah. Beberapa bulan yang lalu ia berkata, “I won’t let you go” dan hari ini, ia tak lagi tampak. Ini bukan salahnya, aku yang memintanya untuk pergi atas tuntutan sang situasi.

Mereka bilang, “Every hello will meet their own good bye“. Tapi bagiku, tidak setiap “hai” memikili perpisahannya sendiri. Percaya ataupun tidak, setelah perpisahan itu terjadi, akan ditemukan “hai” dengan senyum yang sama di waktu yang berbeda.

Aku belajar, melepaskan bukan berarti menyerah pada keadaan. Tetapi lebih ke arah mempersiapkan hati untuk “hai” yang akan datang dengan senyum yang sama dan bahkan lebih baik daripada itu

Masalah “suatu saat nanti” biarlah menjadi urusan nanti. Jalani lah hidup yang sekarang, hargai setiap momen yang akan dirindukan, dan cintai mereka yang selalu peduli padamu. Karena mereka tidak akan selamanya bersama mu. Pada akhirnya kamu hanya akan tinggal berdua dengan pasangan hidupmu, tanpa mereka dan begitu pun sebaliknya. Bersiap-siap lah untuk “hai” yang berikutnya.

If you can’t find one beautiful moment to be shared to your kids in the future, make one now.” – Vansut, 2017.

Advertisements