Menatap bayangan diri dengan tanpa ekspresi, memikirkan banyak hal dan tersadar hal-hal yang penting entah kenapa menjadi side priority. UNBK is coming up, tetapi tetap masih ada banyak hal yang membuatku takut. Bukannya aku tidak siap akan itu, aku hanya takut ketika semuanya akan benar-benar berakhir. Pertemanan, hubungan baik, percakapan yang tak pernah berhenti, candaan yang receh, cinta-cintaan yang penuh drama, kehidupan high schooler yang sangat diidamkan anak-anak middle school ataupun elementary school dan yang sangat dirindukan oleh anak kuliahan ke atas.

Satu perpisahan telah berlalu dan aku tersadar harus menyiapkan diri untuk beberapa perpisahan lagi. Harus aku akui memang aku tidak kehilangan semuanya, akan tetapi sekolah telah menjadi bagian dari hidupku selama 14 tahun. Kuliah mungkin dapat disebut sekolah juga, akan tetapi dunia yang masih memberikan banyak toleransi pada setiap kenakalan-kenakalan yang kulakukan tidak akan ada lagi. Dunia yang hanya memikirkan bagaimana membalance kan waktu bermain, waktu belajar dengan waktu untuk bersenang-senang dengan teman dan bukannya yang hanya memikirkan bagaimana “diriku” dan lulus. Mungkin kuliah tidak seperti yang ada dalam bayanganku ini karena aku memang belum merasakan itu. Tapi tetap saja aku masih belum siap untuk semua ini meskipun sejak kelas XI aku sangat ingin segera lulus. Membingungkan? Bukannya kebanyakan orang begitu? Ingin mengakhiri semua dan ketika hal itu mendekati waktunya, merasa takut.

Semua kata yang telah aku rangkai pada awalnya selama 2 hari hingga menjadi banyak kalimat dalam 1 paragraf akhirnya ku hapus juga. Awalnya ingin ku kisahkan semua keluh kesahku selama berada di SMA dan hal-hal yang membuatku ragu akan diriku sendiri. Beberapa saat yang lalu, aku tersadar bahwa hal yang terpenting bukanlah “nanti”, tetapi “sekarang”. Karena apa yang kulakukan “sekarang”, akan banyak berpengaruh pada “nanti”. Aku tak ingin lagi berlari. Itu melelahkan. Aku ingin memulai semuanya dari awal saat “nanti” itu datang. Pada akhirnya aku menghentikan tulisanku dan memulai semuanya dari awal. Kepada awal dari awal yang akan datang, aku akan segera mempersiapkan diri.

Perpisahan selalu diawali dengan “goodbye“, dan karenanya aku percaya bahwa setiap perpisahan adalah hal yang baik. Karena jika tidak, perpisahan seharusnya diawali dengan “badbye“.

Advertisements