Bagaimana jika tiba-tiba kamu merasakan rindu kepada seseorang yang begitu jauh dari mata?

Apakah kamu sering merasakannya?
Jika ya, kita sama.

Aku sering merindukannya, tiba-tiba. Meski aku tahu, memeluknya masih menjadi sesuatu yang tidak mudah dilakukan kapan saja.

Waktu sering membawa rindu mendekat, ke tubuhku. Dan yang paling menyebalkan, sesering apa pun rindu mengunjungiku, aku masih saja mengaku kalah darinya.

Aku tidak bisa berhenti memikirkannya. Setiap kali rindu tiba- aku ingat senyumnya, ah betapa manisnya.
Jarak tak membuat rindu jera untuk bergerak. Selama cinta ada di dalam hati, selama itu pula rindu akan sering mengunjungi.

Aku bukan seseorang yang terbiasa merayakan rindu dengan pelukan, atau bermanja-manjaan. Sejak semesta memperkenalkan aku dengan jarak, aku merayakan rindu dengan doa. Ya, doa. Sebab hanya dengan doa, aku sanggup menyentuh, seberapa pun jauhnya.

-“Apakah Setiap Rindu Butuh Perayaan?”; Dikutip dari buku yang secara tidak sengaja ku lupakan judulnya, 2017.

Advertisements