Cinta itu sederhana.
Jika kamu mulai merasakan sesak didada, 

dan mengiranya itu akibat cinta.

Maka diamlah sejenak,

ambil beberapa langkah menjauh dari dirimu,

kemudian lihatlah.

Apa benar itu cinta yang mengimpit dadamu hingga sesak?

Atau hanyalah obsesi belaka?
Jika kamu mulai merasakan terkekang,

dan lagi-lagi kamu menyalahkan cinta.

Coba renungkanlah sejenak,

pandang hubunganmu dari sudut pandang sebaliknya.

Benarkah itu cinta yang membuatmu terkekang?

Ataukah hanya kegagalan mempercayai pasangan?
Jika kamu mulai merasakan bosan,

dan sekali lagi kamu menyalahkan cinta.

Tampar dirimu sendiri!

Tanya pada dirimu sendiri.

Benarkah itu cinta yang mulai kehilangan pesona?

Ataukah hanya akumulasi dari rutinitas yang itu-itu saja?
Jika kamu mulai menemukan rasa nyaman pada seseorang yang baru datang.

Kemudian kalian menjalin hubungan, dengan mengorbankan orang yang lebih awal datang.

Jangan dulu menyatakan bahwa ada cinta yang lahir diantara kalian.

Cinta bukan pembenaran dari perselingkuhan.

Bisa saja itu hanya bentuk kegagalan menjaga kesetiaan.

Dan yang terakhir,

Jika kamu mulai merasakan sakit akibat cinta,

mulai menangis tiap kali mengingat ia yang kamu cinta.

Tolong, untuk yang terakhir kalinya, jangan dulu kamu menyalahkan cinta.

Mungkin itu bukan cinta yang membuatmu meneteskan air mata,

melainkan kegagalanmu untuk memaafkan dan mengikhlaskan.
Sebab, hakikat paling dasar cinta adalah menerima.
—Lousagna

Copyright © 2017 by Phosphenous

Advertisements