2.35 p.m.

Daerah perumahanku mati listrik total. Dan disinilah aku, terbaring di kasur kecilku dan ditemani oleh boneka anjing kesayanganku dalam kamar yang sepertinya sudah kekurangan oksigen karena tubuhku yang terlalu malas untuk berjalan lalu membuka pintu (Aku tidak membuka jendela karena aku tau dalam 1 jam listrik akan kembali menyala dan aku akan dapat menyalakan AC kembali).

Aku memandangi langit-langit kamar dengan tatapan kosong sembari memeluk boneka anjingku. Ternyata mataku terlalu lelah dan bosan untuk sekedar menatap ke langit-langit kamar yang putih polos, jadi aku mulai memejamkan mata, masa bodoh dengan listrik dan AC.

Tiba-tiba terlintas dipandanganku sebuah visual, aku terbangun di ranjang rumah sakit, dan tengah kesulitan untuk sekedar menggerakan tangan dan bernafas. Semua terlihat buram, namun aku tetap dapat mengenali orang-orang yang ada di sekitarku. Mama, papa, teman-teman SMAku, dan…Kamu?

Suasana yang sendu dapat kurasakan dengan sangat jelas disana. Semua orang menangis. Anehnya, aku tidak dapat mendengar suara mereka, bahkan suaraku sendiri yang sangat aku sadari sedang berusaha untuk mengambil dan membuang nafas. Kamu memegang tanganku dan menempelkannya di pipimu seperti saat aku biasanya sangat suka memainkan pipi chubbymu itu. Bedanya, saat ini aku hanya bisa diam dan melihatmu dengan matamu yang tampak sedikit bengkak. Kamu tetap lucu dan aku tetap sayang. Satu hal yang aku tau, terdengar jelas dihatiku, saat kamu ada disebelahku, aku berkata dengan semua kekuatan yang aku dapatkan saat itu, “you.. deserve.. a better.. girl.. than me..“.

Semua yang aku lihat semakin buram seperti saat lensa fix kesayanganku ku setting dengan ISO 1.8. Aku tau aku sedang meneteskan air mataku saat ini secara nyata. Aku terbangun dan menghapus airmataku. “Aku…masih disini,” kataku dalam hati saat melihat kenyataan bahwa aku masih berada di kasur kamarku yang keadaan ruangannya sudah mendingin karena listrik sepertinya baru saja menyala.

Air mataku tetap tidak dapat berhenti. Ya, bahkan saat aku menuliskan ini semua setelah beberapa jam berlalu, aku masih saja menangis. Aku tidak mau yang seperti itu. Aku masih ingin disini dan mencintai setiap orang yang ada di sekitarku. Aku masih ingin bertahan.

Nilai hidup mulai berubah dalam sudut pandangku. Tidak peduli seberapa banyak pun orang-orang yang berkata bahwa aku bodoh, aku clumsy, aku– yah, apapun lah! Selama aku masih memiliki orang yang akan selalu merindukanku dan menantikan kehadiranku, semua yang buruk tidaklah lagi bernilai. ♥

Advertisements