What if I die?”

Aku mendengar pertanyaan ini mungkin baru 2 kali dalam sepanjang aku hidup dan beberapa kali aku bertanya ke teman-temanku juga. Jawabannya pun rata-rata sama. Akan sedih, dan merasa ada sesuatu yang hilang. Aku baru menyadari, seharusnya pertanyaan ini memiliki anak tanya, “apakah benar sepenting itu aku dalam hidupnya?”.

Jawaban yang sangat klise ini, kadang membuat kita tak dapat berpikir dengan sederhana. Kita tidak harus mati agar dapat mengetahui siapa saja yang benar-benar peduli akan hidup kita (Termasuk aku). Kita hanya cukup mengalami kesusahan, dan dalam beberapa saat akan dapat melihat dengan jelas siapa yang akan datang untuk menggenggam tangan kita.

Semua kata dan kalimat manis tidaklah cukup untuk membuktikan siapa sajakah yang peduli. Pada akhirnya, kita akan menyadari, kita telah bertemu banyak “teman” yang seperti ini dalam sepanjang hidup kita berjalan dengan damai.

I’ve passed this kind of condition like for the past (almost) 4 years. Fight over my fears for 4 years. 2 orang secara berurutan berusaha mencari kelemahanku disaat aku benar-benar menutup diri dengan kata-kata yang terdengar positif selama hampir 4 tahun. Aku tak pernah benar-benar menanggapinya dengan serius. Toh, aku memang diharuskan bersikap manis kepada siapapun oleh mamaku. Even tho, mereka menyebar fitnah tentangku. Setengah tahun terakhir ini, satu orang pergi karena masalah personal, dan satunya lagi sepertinya menyerah untuk mencari kelemahanku lagi karena aku telah terbiasa, lalu menjadi lebih tertutup dari tahun-tahun sebelumnya. Ketika aku baru saja terlepas dari itu, aku melihat teman dekatku mengalaminya. Dia terlihat memiliki begitu banyak teman yang menjadi tempat berkeluh kesahnya. Tapi disaat dia kesusahan, banyak diantaranya harus berpikir berkali-kali untuk membantunya.

Kita memiliki banyak teman yang mungkin hanya peduli pada popularitas, atau mungkin pada relasi yang kita punya, atau mungkin juga hanya pada skill yang kita miliki. Entah apapun itu yang mereka inginkan. Bisa karena ingin memiliki semua itu ataupun juga menghancurkan semuanya.

Dan yah, semua kembali pada bagaimana kita akan merespon. Aku, kamu, kita akan merespon seperti apa? Mengikuti permainan mereka dan playing innocent atau segera mengambil tindakan dan mencari mereka yang benar-benar peduli? Atau mungkin ingin menggunakan kedua cara ini? Bisa saja. 🙂

Advertisements