Beberapa tahun sebelumnya, aku sering merasakan bahwa aku sedang sedih (menyadarinya dari perilaku sehari-hari). Anehnya, setiap kali aku tersadar bahwa aku sedih, aku juga tersadar bahwa aku tak dapat menangis. Sedikitpun. Aku melewati tahun ke tahun dengan berasumsi bahwa itu bukanlah kesedihan. Tetapi kekosongan. Jadi aku berusaha mencari pengalihan, seperti anak remaja pada umumnya. Entah main game, baca komik, nonton drama, anime, dengerin musik. Aku hanya tak ingin pikiranku terfokus pada kata sedih. Karna yah, saat itu aku tak mengerti aku harus sedih karena apa.

Sudah (mungkin sekitar) 2 atau 3 tahunan semua itu berlalu dan aku menyadari bahwa aku tak lagi sedih. Perasaan itu hilang dan aku tak lagi membutuhkan pengalihan sebanyak yang dulu aku butuhkan. Dan aku melihat kembali, apa yang mungkin dapat membuat aku bersedih.

Sebuah hubungan yang tidak jelas? Tuntutan orang tua untuk melampaui batas tertentu? Kesibukan tanpa henti hingga aku kehilangan semua breathing room?

Tiba-tiba aku tersadar bahwa saat itu aku menumpuk semua rasa sedihku….dan titik tersedih seseorang adalah ketika ia tau bahwa ia bersedih, namun tak lagi dapat menangis, berteriak pun tidak akan mengubah apapun. Aku pun masih bingung bagaimana aku dapat melalui semua itu begitu saja. Mungkinkah waktu yang telah mengikis semua itu?

Aku pernah mendengar bahwa semua hal membutuhkan waktu. Bahagia, kesedihan, kekecewaan, keikhlasan, bahkan mungkin cinta? Entahlah. Aku hanya tau waktu mampu menumbuhkan apapun secara perlahan, mengikis apapun secara perlahan, dan mungkin juga menjatuhkan dengan cepat.

Ketika seseorang melihat kebelakang dan menyadari bahwa ia telah mampu melewati kesialan, waktu telah menumbuhkan kebahagiaannya. Ketika seseorang itu menyadari  bahwa ia tak lagi benci kepada seseorang, waktu telah mengikis rasanya. Tetapi, ketika seseorang itu menyadari bahwa ia telah melewatkan hal yang mungkin dapat mengubah hidupnya menjadi lebih baik, waktu telah menjatuhkannya dengan cepat, tepat, dan akurat.

Aku ingin menunggu. Apakah aku akan mengalami hal yang sama seperti dulu lagi atau tidak? Jika memang akan terjadi, apakah aku akan menyadarinya? Jika tidak, waktu akan membawaku melewati kisahnya yang seperti apa?

Advertisements